2008

Waktu itu, kau pimpin aku. Kehangatan genggamanmu, menentramkan segenap jiwa. Dua insan mulia itulah yang menemani aku agar dapat melintasi gerbang permulaan sebuah perjalanan. Perjalanan yang begitu panjang, penuh suka duka. Dahulu, engkaulah sumber kekuatan. Kau meniupkan semangat pada diri yang tiada hala tuju. Harapanmu menggunung tinggi, tingginya menjangkau penglihatanku. Setiap kali aku memasuki taman … Continue reading 2008