Someone wise once told me, to achieve something, you have to believe it.
Live it.
Practise it.
Life as a university student requires a lot of reading and research.
Especially, if one is aiming for social sciences.
One must be updated of the current affairs,
economic-wise,
social-wise,
political-wise.
Plus as a muslim, one should not only read up solely on their subject but also current affairs of the muslim world.
Even if you do not pursue that route, a muslim is not an ignorant human. He or she must strive to be connected to the happenings of the Ummah. Be it shariah, theology, politics, dakwah etc.
Hence this comes down to the matter at hand. I cannot wait to pursue to higher education and immerse myself in a bigger, more resourceful library. I am thankful and grateful that the current institution I attend provides a wider range of reading materials as compared to my Alma mater. I’ll be there one day. InshaaAllah!
Continuing…
Today we went to the library during Sastera period. I briskly walked to the non-fiction area and randomly took a Solusi magazine from the shelf and sat down. This magazine never fails to grab my attention as it addresses timely and current issues that do pop into the mind but soon slips away due to the fleeting thought of the question and not writing it down.
The very first page contained a hadis (below) which really, shook me. Peeled my eyes. Ached my heart. This is because, only Allah knows the matters of the heart. And it is a very thin thin thin line to walk on.
Rasulullah Shollallahu’alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.
Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur-an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur-an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur-an supaya dikatakan seorang qari’ (pembaca al-Qur-an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.
Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’
(source)
Personally, the 2nd type of people is really close to my heart as I am currently on the same road. The journey of discovering and learning. Soon, the journey of conveying, spreading and teaching.
This my dear ikhwan and akhwat, highlights the importance of,
Intention.
Live the undergraduate way, research thoroughly, check our intentions constantly, may Allaah ease our journey.
Till next time inshaaAllah…
